Jadi lo lagi galau karena season 4 Reacher udah tamat? Atau mungkin lo tiba-tiba ngerasa ada yang kosong dalam hidup lo setelah Alan Ritchson nggak muncul di layar lo selama berminggu-minggu? Wajar banget sih, Bro.
Setelah beberapa film yang biasa aja, serial Reacher based dari lebih dari 30 novel Lee Child ini emang jadi breakout hit buat Prime Video. Series ini udah diperpanjang sampai season lima, dan ada spin-off yang lagi dalam proses—Neagley, starring Maria Sten. Nggak heran sih audiences connected sama cerita tentang pria yang alarmingly besar, yang suka jalan-jalan dari kota ke kota, masuk masalah, tapi tetep bantu orang lain. Plotting-nya fun, show-nya nggak norak, dan Alan Ritchson emang cocok banget sama karakternya—drifter-with-a-heart-of-gold vibes yang pas banget.
Nah, kalau lo udah selesai binge-watch season 4 dan butuh tontonan baru, cobain salah satu dari 10 series rekomendasi berikut ini. Nggak semua fokus ke loner sejati kayak Reacher, dan nggak ada yang segede Reacher (ya emang nggak ada yang segede itu sih), tapi semuanya more than capable buat nge-handle masalah sendiri. Gaspol!
1. The Night Agent (2023–)
Ini tuh kayak spy thriller versi yang lebih accessible. Gabriel Basso berperan sebagai Peter Sutherland, agen FBI yang kerja shift malam di basement White House—menjaga telepon yang nggak pernah berdering. Sampe suatu hari...YA TUUP! Telepon berdering. Peter dapat panggilan dari Rose Larkin, seorang cybersecurity expert yang bibinya dan suaminya baru aja dibunuh, dan mereka ternyata operative pemerintah. Rescue Rose ini bikin Peter masuk ke dalam web konspirasi dan korupsi yang dalam. Stream The Night Agent di Netflix.
2. Cross (2024–)
Ada sekitar 30+ buku Alex Cross (dan terus nambah), jadi materialnya emang melimpah. Sebelumnya udah diadaptasi jadi seri film di era '90an starring Morgan Freeman. Di versi ini, detective homicide dan forensic psychologist D.C.-based ini dimainkan oleh Aldis Hodge—seorang guy yang setiap bit-nya komitmen sama keadilan kayak Reacher. Yang bikin Cross beda adalah fakta bahwa dia juga deeply committed sama keluarganya, dan ini bukan cuma charmante domesticity—stakes-nya naik drastis karena investigation Cross sering mengancam keselamatan anak-anaknya. Stream Cross di Prime Video dan Paramount+.
3. Tom Clancy's Jack Ryan (2018–2023)
Hero signature Tom Clancy udah jadi bintang buku dan film (mulai dari The Hunt for Red October) dan sekarang udah survive lebih dari satu dekade setelahcreator-nya meninggal—walau dia never not in mortal danger. Versi streaming-nya dari Prime Video starring John Krasinski sebagai CIA analyst favorit Amerika yang pulled dari desk job-nya ke field setelah dia nemuin pola transfer bank mencurigakan yang melibatkan Islamic extremists. Show-nya udah ended, tapi ada movie yang rather awkwardly titled—Tom Clancy's Jack Ryan: Ghost War—yang lanjutin series-nya. Stream Tom Clancy's Jack Ryan di Prime Video.
4. The Equalizer (2021–2025)
Versi reboot 1980 series yang dipimpinned oleh Queen Latifah ini emang beda arah dari film Denzel Washington. Queen Latifah berperan sebagai Robyn McCall—single mom yang merupakan former CIA operative dengan skills yang impossibly skilled—yang pake talentanya buat bantu mereka yang butuh. Show ini ada di antara crime dan spy drama, dengan beberapa episode yang involve close-to-home cases dan lainnya yang deal dengan international espionage. Kalau versi original lebih banyak soal cops yang di-handcuff sama "rules" dan "giving perps their basic human dignity," versi ini lebih ke mereka yang udah failed oleh sistem yang nggak peduli—dan yang bisa benefit dari bantuan seorang wanita yang bisa beat almost anyone's ass. Stream The Equalizer di Paramount+ dan Tubi.
5. Hap and Leonard (2016–2018)
Based dari popular novel series karya Joe R. Lansdale—yang dikenal buat horror dan western (bahkan horror western)—show ini rather deftly blends genres. Ini tuh sekaligus heist show, crime drama, dan buddy comedy yang setting-nya di swamps sekitar Baton Rouge di era 1980s. James Purefoy adalah Hap, ex-con blue-collar (for avoiding the Vietnam draft) yang coba hidup tenang, sementara almarhum Michael Kenneth Williams adalah Leonard—gay vet dengan anger management issues yang serious. Suatu hari, ex-wife Hap muncul dengan tawaran: hasil bank heist yang hilang, dan kalau mereka berdua bantu retrieve, mereka dapat bagian, sementara dia pake sisa uangnya buat fund underground leftist group-nya. Secara natural, things get complicated pretty quickly. Stream Hap and Leonard di AMC+.
6. The Night Manager (2016–)
Dari John le Carré—sums up many modern spy sagas—maka nggak heran kalau The Night Manager (dari novel 1993, dan jangan confused sama The Night Agent di atas) berhasil. Dan nggak hurt kalau cast-nya led oleh Tom Hiddleston, Hugh Laurie, dan Olivia Colman. Hiddleston adalah Jonathan Pine, yang kerja night shift di luxury hotel di Switzerland ketika dia encounter unexpected guest: arms dealer Richard Roper (Laurie). Former Army veteran Pine sebelumnya udah punya dealings dengan Roper di Cairo, dan night manager yang reluctant ini di-recruit sama Foreign Office head Angela Burr (Colman) buat infiltrate criminal's organization. Meskipun dia direkrut oleh British intelligence, dia tetep outsider dan perpetually on his own. Season kedua took about ten years buat muncul, tapi season ketiga (dan final?) seharusnya datang lebih cepet. Stream The Night Manager di Prime Video.
7. Bosch (2014–2021)
Bosch ini more traditional crime drama, tapi satu yang wears its neo-noir aspirations on its sleeve. Titus Welliver di title role sebagai LAPD detective Harry Bosch (bintang novel Michael Connelly), yang series-nya dibuka dengan dia di trial untuk menembak suspect dalam self-defense sambil investigating murder seorang anak 12 tahun. Kayak Reacher, Bosch draws on skills yang diasah di military dan pursues criminals well beyond the limits—which is not always a great thing. Stream Bosch di Prime Video.
8. Banshee (2013–2016)
Biasanya engaging combination dari smart plotting dan lurid sex and violence, Banshee stars Antony Starr sebagai Sheriff Lucas Hood...kinda. Seorang pria yang baru released dari prison takes over that identity ketika new sheriff di small town Banshee dibunuh. Ini semua bagian dari rencana complicated buat get back $15 juta dalam diamonds yang dia hilangin pas dia masuk penjara. New sheriff ini dispense brutal justice tanpa pernah give up his criminal ways, bikin dia one of the greyest of TV's morally grey law-types. Stream Banshee di HBO Max.
9. Luther (2010–2019)
Dimana Reacher adalah loner from the jump, Luther's arc adalah one of increasing isolation, even as dia cultivates unsavory but steadfast ally. Idris Elba adalah DCI John Luther—crime-solving genius yang preexisting inner demons-nya di-enable oleh pekerjaannya investigating some of the darkest dan most brutal crimes. Di awal, dia nggak bisa bring murderer Alice Morgan (Ruth Wilson) ke justice, dan mereka berdua menjadi entangled dengan cara yang benefit Luther's investigations while juga threatening buat bring him down entirely. Series-nya udah concluded, tapi ada second spin-off film on the way, following The Fallen Sun. Stream Luther di Hulu.
10. Tracker (2024–)
Hero lain dari long-running book series (kali ini dari Jeffery Deaver), tracker yang dimaksud adalah Colter Shaw (Justin Hartley)—seorang survivalist yang travel seluruh negara (di RV-nya, naturally) menjual skill-nya dalam finding missing persons. Dia joined, remotely, sama tim yang include lawyer, handler, dan requisite computer guy—tapi mereka semua cuma support team. Di end of the day, Shaw's the one who's gonna find your lost uncle. Stream Tracker di Paramount+.
Jadilo udah punya gambaran mau nonton yang mana dulu? Tenang, nggak harus pilih satu— binge-able semua kok. Yang penting tuh konsistensi: lo butuh karakter utama yang capable, stakes yang nggak main-main, dan plot yang nggak predictable. 10 serial di atas punya semua itu—some with a loner edge, some with family complications, some with spy intrigue. Pick your poison, Bro. 🤙