Oke jadi ada berita besar yang lagi rame di kalangan tech enthusiast nih. Apple tuh emang ga asing sama yang namanya class action lawsuit—udah pernah kena tuntut gede soal butterfly keyboard ($50 juta), juga soal fitur AI yang ga pernah dateng di iPhone ($250 juta). Tapi kali ini? Levelnya beda banget.
Apple lagi hadapi tuntutan $32,5 miliar—atau kalau di-rupiah-in ya bisa bikin lo pusing ngitungnya—soal pengumpulan biometric data. Ini bukan tuntutannyang kecil bro, ini sekitar 0,7% dari valuasi pasar Apple yang~$4,5 triliun. Bandingin sama "denda"-denda sebelumnya, ini mah levelnya udah naik kelas jadi bos final.
Nah ini yang bikin seru. Dasar tuntutan ini adalah Illinois Biometric Information Privacy Act yang udah disahkan sejak 2008. Jadi begini mekanismenya: Apple Photos app pake facial recognition buat scan wajah-wajah di library lo, terus bikin "faceprint" buat tiap orang yang dia temuin. From there, data biometric ini di-store di device—tapi plaintiffs ngaku kalau data ini juga kesimpan di server Apple, yang artinya violate hukum Illinois karena ga ada written consent dari user.
Kasus ini dibagi jadi tiga kelas:
- Local Device Class: Buat warga Illinois yang device-nya pernah masukin foto mereka ke People album antara 13 September 2016 sampai sekarang.
- iCloud Subclass: Buat warga Illinois yang People album-nya pernah di-tag dengan nama atau identifier, dan aktifin iCloud buat photo storage, antara 13 September 2016 sampai sekarang.
- iCloud Faceprint Subclass: Buat warga Illinois yang device-nya jalanin iOS 17.6, iPadOS 17.6, atau macOS Sonoma 14.6 ke atas, ada foto mereka di People album, dan punya 5.000+ foto dan video di iCloud Photo Library, antara 25 Maret 2025 sampai sekarang.
Jadi kalo lo emang warga Illinois dan pake fitur Photos di ecosystem Apple, ada kemungkinan lo masuk salah satu kelas ini. Apple sendiri sih masih ngeyel—mereka klaim semua proses face recognition happens on-device, jadi ga ada biometric data yang bisa di-recreate jadi wajah atau di-link ke identity seseorang, dan Apple sendiri ga bisa akses data Photos lo. Tapi yaa... pengadilan udah nentuin kalau plaintiffs memenuhi syarat buat lanjut sebagai class action.
Fun fact: Ini bukan pertama kalinya sebuah tech giant kena masalah serupa di Illinois. Meta (dulu Facebook) juga harus bayar $650 juta di tahun 2021 atas kasus yang mirip—facial tagging tanpa user consent. Bedanya, sama Meta gaada ambiguitas soal data yang disimpen di server. Di kasus Apple, ini jadi gray area yang masih diperdebatkan.
Kalo lo penasaran apakah lo bakal dapat bagian dari tuntutannya... ya sabar dulu bro. Kasus ini masih panjang banget prosesnya, dan Apple masih bisa aja minta ditolak. Tapi dari sini kita bisa belajar satu hal: privacy itu penting, dan hukum emang mulai ngejar big tech yang main kumpulkan data biometric tanpa izin. Kita lihat aja how this plays out—siapa tau jadi preseden baru buat perlindungan data di US. 🔥