Oke jadi begini, bro. Buat lo yang nge-follow perkembangan mobil listrik, mungkin udah dengar kabar kurang enak soal Polestar di AS. Merek asal Swedia yang notabene saudara kembar Volvo ini baru aja di-ban dari pasar mobil baru Amerika.
Tapi hold up—kalau lo adalah owner Polestar 2, 3, atau 4 di sana, jangan buru-buru panik. Artikel ini bakal kita breakdown biar lo paham apa yang sebenernya terjadi dan gimana dampaknya buat lo sebagai pemilik.
Kenapa Polestar Kena Ban?
Jadi gini ceritanya, Departemen Perdagangan AS baru aja ngeluarin aturan yang dinamain Connected Vehicle Rule. Singkatnya, aturan ini nge-blokir mobil-mobil yang pakai hardware dan software connected yang terikat sama China atau Rusia.
Nah, Polestar jadi korban pertama yang kena ban penuh soal penjualan. Momennya? Mulai model year 2027, mereka gak boleh jual mobil baru di AS. Malah, Polestar bilang mereka gak akan banding sama sekali dan milih move-on aja dari pasar AS.
Fun fact yang bikin eyebrow rise: brand saudara mereka, Volvo, justru dapet exemption buat teknologi connected vehicle-nya. Jadi sesama keluarga tapi treatment-nya beda. Curious banget kan?
Apa Yang Bakal Terjadi?
Timeline-nya cukup clear:
- Setelah 2026, penjualan mobil baru Polestar di AS resmi stop
- Polestar 3 dan Polestar 4 yang masih ada di inventory bakal terus dijual, dan biasanya dengan diskon gede-gedean buat clear stok
- Polestar 2 udah lebih dulu menghilang dari konfigurator AS, tapi ini karena tariffs, bukan karena Connected Vehicle Rule
Jadi intinya, lo masih bisa beli unit yang ada di dealer sampe stok abis. Tapi setelah itu? Gak ada unit baru lagi.
OwnerPolestar? Tenang, Ini Yang Dijamin
Nah ini bagian yang paling penting buat lo yang udah terlanjur punya. Polestar udah nyelenein yang mereka namain "Polestar Promise" khusus untuk pasar AS, isinya:
- Warranty tetap di-honor — gak ada yang berubah soal perlindungan lo sebagai pemilik
- Spare parts tetap tersedia — genuine parts buat service dan repair bakal terus supplied
- Service network tetap jalan — 32 retailer di AS dikasih tau buat fokus ke service setelah inventory baru abis
- Over-the-air updates tetap ngalir — software updates tetap akan release, jadi fitur connected dan bug fixes tetep jalan
Teknisnya, aturan Connected Vehicle Rule ngarah ke 2030 model year buat hardware restrictions. Sementara untuk software, restriction mulai nge-bit buat 2027. Jadi mobil lo tetep legal dan supported sampe situ.
Geek Opinion: Apakah Owner Wajib Worry?
Menurut gua, ini bukan red flag yang harus bikin lo buru-buru jual mobil. Tapi ada beberapa hal yang perlu lo pantau:
- Konfirmasi service center — Pastikan dealer lo confirm secara tertulis bahwa mereka bakal beroperasi sebagai authorized service center jangka panjang
- Dokumentasi warranty — Pastikan semua terms warranty lo tercatat dengan jelas
- OTA commitment — Cek gimana Polestar ngomongin soal software support ke depannya
Kalo semua point di atas clear dan confirmed, daily driving experience lo gak bakal berubah sama sekali. Mobil lo tetep bisa dipake, diservice, dan di-update kayak biasa.
Motor1 Take: Ini lebih ke regulatory setback, bukan orphaning situation. Day-to-day tetep normal, asal ada kepastian tertulis soal service, parts, dan software support.
Jadi intinya, lo tetep aman sebagai owner—cuma perlu extra vigilant soal dokumentasi dan konfirmasi sama dealer aja. Easy breezy.



