Oke jadi nih, ada yang unik banget terjadi di US Open 2026. Aryna Sabalenka, sang bintang tenis Belarus yang juga defending champion,被迫叫停 match-nya sendiri karena MENGHITUNG bau ganja yang terlampau kuat di arena pertandingan.
"Someone is smoking weed, do you mind... because it's so strong,"
Nah itu kata-kata yang keluar dari mulut Sabalenka saat ia mendekati wasit Eva Asderaki-Moore sambil tetap tersenyum, penasaran juga kan apa respons wasitnya?
Kronologi: Dari Bau Ganja sampai Victory
Jadi begini kronologinya, folks. Sabalenka lagi menghadapi Kamilla Rakhimova dan udah memimpin 3-0 di awal match. Tapi bau ganja yang超强 dari penonton bikin ia harus stop игры dan komplain ke wasit.
Meskipun kejadian ini cukup bikin heboh, Sabalenka tetap bisa fokus dan akhirnya menang 6-3, 6-4 tanpa kehilangan satu set pun. Pertandingannya didukung oleh servis yang stellar—10 aces dan nol break points dihadapi. Gaspol banget sih intinya.
"Guys, you can do whatever, you can smoke whatever, you can relax as much as you can, but please, do not do it around the tennis courts. It's a bit tricky to handle that smell while you're trying to compete at your best," jelas Sabalenka dengan nada yang tetap santai tapi tetap menegaskan point-nya.
Kenapa Bisa Bau Ganja di US Open?
Nah ini yang menarik. Cannabis sudah legal di New York, jadi wajar banget kalau weed smell bisa tercium di sekitar tournament grounds—bahkan di seluruh kota. Jadi ini udah jadi common talking point di US Open beberapa tahun terakhir.
Sabalenka sendiri bilang kalau bau kali ini lebih kuat dari biasanya: "That strong, yeah. Also, because it was a bit windy. I don't know if it was coming from the crowd or was from the outside because the wind blows it into the stadium."
Jadi antara penonton yang iseng ngerokok di sekitar arena, atau angin yang ngebawa aroma dari luar stadium, tetap aja bikin distraction berat buat para pemain.
Tekanan Ranking No. 1 dan Clashing dengan Reporter
Yang bikin situasi Sabalenka makin spicy adalah tekanan untuk mempertahankan ranking No. 1 dunia yang sudah ia pegang selama 97 minggu. Ia bakal kehilangan posisi itu kecuali ia menang di US Open 2026, atau Elena Rybakina kalah sebelum semi-final.
Dan apparently, tekanan ini bikin Sabalenka somewhat... triggered. Jadi setelah kemenangan round kedua melawan Polina Iatcenko, ia bentrok sama seorang reporter yang nge-comment kalau minggu sebelum US Open ia cuma "parties and fun."
Sabalenka's response? "You guys are, like, a joke."
Dan ia lanjut ngegas: "Why would you even say that? Why would you even think about that? What kind of question is that? Just because I posted some activities with brands, and you think that I've been partying, not training?"
Kayak gitu sih energy-nya. Terus ia closed dengan: "Think before you say stuff." Mic drop moment, basically.
What Next?
Sabalenka bakal hadapi Taylor Townsend di fourth round—home favorite yang juga lagi on fire setelah mencapai fourth round tahun lalu. Townsend defeated the 15th seed Diana Shnaider 6-2, 6-7(3), 6-3, jadi memang bukan lawan yang bisa diremehkan.
Meanwhile, Carlos Alcaraz juga lanjut ke fourth round setelah straight sets victory melawan Wu Yibing. Menarik sih melihat comeback-nya Alcaraz dari cedera wrist 4,5 bulan—sepertinya ia udah menemukan ritmenya lagi.
Jadi gimana menurut lo? Sabalenka berhak complain soal bau ganja, atau malah ikut-ikutan ngomentarin? Drop your thoughts below! 👇



