Gue gak nyangka bakal baca headline tentang wali kota yang lagi ngaspal di trek go-kart sambil launching program tech. Tapi itulah yang terjadi waktu Zohran Mamdani—wali kota NYC—nongol di Luna Park, Coney Island, dan unveil program yang namanya Public Interest Technology (PIT) Crews.
Apa Itu PIT Crews?
Oke jadi gini, PIT Crews itu esensinya kayak squad tech yang didedikasikan buat upgrade semua layanan kota NYC. Mamdani ngumpulin sekitar 5 tim kecil yang isinya engineer dan designer, dan mereka bakal collaborate sama berbagai city agency buat rapid prototyping aplikasi yang solve real problems. Konsepnya mirip USDS (United States Digital Service) yang launch zaman Obama—tapi dengan twist yang lebih kekinian dan skeptical ke Big Tech.
Lisa Gelobter jadi CTO NYC, dan resume dia tuh gak main-main. Dia former USDS dan pernah bikin College Scorecard yang fokus ke criteria real kayak biaya dan graduation rate. Bareng Luke Farrell dan Maya Israni (keduanya juga USDS veterans), Gelobter bawa vibes engineering-first ke pemerintahan kota. "I know how to build software," katanya. Dan budget mereka? $5.24 juta plus $2 juta grant dari Rockefeller Foundation. Not bad lah buat mulai.
Project Pertama: Click-to-Cancel Subscription
Ini yang paling krusial dan arguably paling relate ke kehidupan sehari-hari. Project pertama PIT Crews tuh bikin software yang empower warga NYC buat whistleblow layanan-layanan yang maksa lo continue subscription tapi susah banget di-cancel. Mamdani announce regulasi click-to-cancel ini tanggal 10 Juli, dan software-nya bakal launch 1 Oktober.
Mamdani sendiri ngaku dia masih subscribed ke sesuatu yang dia bahkan lupa login-nya. "They have my credit card information, and I don't know how to cancel it," katanya di Coney Island. Relatable banget kan? Software ini diprediksi bakal hemat sekitar $160 juta buat warga NYC. Gelobter bilang ini bakal langsung affect kehidupan orang-orang—dan ini baru project pertama.
Geek Opinion: Ini USDS Versi 2.0
Hal yang bikin gue interested tuh gimana mereka positioning diri. Di 2014, Silicon Valley dipandang sebagai sumber inovasi yang desirable. Tapi di 2026? Big Tech udah jadi "oppressive force" di mata banyak orang, especially para progressive dan Gen Z. Mamdani embrace expertise Silicon Valley tapi sekaligus skeptical ke Big Tech itself—bukan anti-tech, tapi anti-oligarchic tech.
Dan market agrees. Dalam seminggu pertama setelah posting lowongan, udah 3,000 orang apply buat 35 slot yang tersedia. Banyak dari mereka yang lagi pegang high-salary jobs di big tech companies—Despite gaji yang jauh lebih kecil dan gak ada equity. Maya Israni bilang, "We've heard from a lot of folks recently who are disillusioned with the private tech industry and maybe went into tech because they wanted to apply tech for good."
Intinya, PIT Crews ini basically symbolic stand-ins Mamdani dalam fight-nya contre para self-interested consultants dan inefficient contractors. Mereka gak cuma mau bikin government services accessible—tapi juga check impulses of oligarchs. Di era di mana trust ke pemerintah dan tech companies lagi rendah, NYC tech squad ini bisa jadi blueprint buat gimana tech seharusnya serve people.
Lo bisa cek detail programnya di NYC PIT Crews.



