Gue nggak bercanda — ini match yang bikin lo ngerasa capek padahal cuma nonton. Alexander Zverev, top seed US Open 2026, hampir aja jadi sejarah buruk pertama sejak 2003 sebagai seed nomor satu yang langsung KO di babak pertama Grand Slam. Untung救命 dia bangkit dari kematian di set keempat, dan menang 6-4, 3-6, 6-7(7), 7-5, 6-4 melawan Lorenzo Sonego.
Drama ini berakhir jam 2 pagi Waktu New York, dan lo bisa bayangin betapa intense-nya? Sonego, rankingnya jauh di bawah Zverev, main like there's no tomorrow. Kecepatan geraknya di court itu absurd — bola yang harusnya winner di hari biasa, dia masih bisa ngambil danbalik dengan cara yang bikin Zverev frustasi parah. Italian选手 ini juga serve clutch banget, sampai Zverev cuma convert 5 dari 22 break point opportunities sepanjang match. 5 dari 22, bro. Itu angka yang bikin gue geleng-geleng kepala.
Yang bikin match ini makin epic: di set ketiga, Sonego udah di titik match point dan Zverev malah serve double-fault, bikin Sonego menang tiebreaker 9-7. Tapi Zverev nggak nyerah. Di set keempat, saat Sonego serving untuk menang di 5-4, Zverev break dan akhirnya ngambil set itu 7-5. Mental pemain yang udah pernah jadi runner-up US Open 2020 emang beda level. "Actually I'm happy that I won this kind of battle because this exactly the match that I needed," kata Zverev. "I struggled the last two tournaments, I didn't play well and sometimes good things happen after you fight through one of these matches."
Sekarang Zverev lanjut ke second round melawan Quentin Halys. Dengan cara dia lolos dari Situasi nggak possible menjadi first-round exit paling embarrassing di sejarah Grand Slam, ini jadi wake-up call yang bagus buat Zverev. Jannik Sinner withdrew dari US Open karena cedera lutut, jadi Zverev jadi top seed dan sekarang dia harus buktikan dia layak di posisi itu. US Open 2026 masih jauh dari selesai, dan sepertinya kita bakal dapat cerita-cerita gila lainnya dari Flushing Meadows ini.



