Penangkapan Salah yang Mengungkap Kegagalan Alat Pengenalan Wajah Polisi
Sistem pengenalan wajah yang digunakan oleh polisi di Florida, FACES, telah mengalami kegagalan besar setelah seorang pria salah ditangkap karena kesalahan identifikasi. Robert Dillon, seorang nelayan komersial berusia 52 tahun, ditangkap setelah FACES mengidentifikasi wajahnya sebagai mencocokkan dengan foto seorang pria yang dicurigai melakukan kejahatan.
- FACES telah digunakan oleh polisi di Florida sejak tahun 2001 dan merupakan salah satu sistem pengenalan wajah polisi tertua di Amerika Serikat.
- Sistem ini memiliki basis data yang besar, dengan tens of millions of Florida mug shots dan driver's license photos.
- FACES dapat diakses oleh lebih dari 260 agen, termasuk FBI dan ICE.
Detail Teknis
- FACES menggunakan algoritma untuk membandingkan wajah-wajah dalam basis data dengan foto-foto yang diupload oleh investigator.
- Sistem ini kemudian mengembalikan daftar peringkat kemungkinan cocokan.
- Dalam kasus Robert Dillon, FACES mengidentifikasi wajahnya sebagai mencocokkan dengan foto seorang pria yang dicurigai melakukan kejahatan, dengan tingkat kemungkinan 93 persen.
Fitur Utama
- FACES dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang dicurigai melakukan kejahatan.
- Sistem ini dapat diakses oleh banyak agen, termasuk polisi lokal dan federal.
- FACES memiliki basis data yang besar, yang dapat membantu investigator dalam mengidentifikasi orang-orang yang dicurigai.
Pendapat Geek
- Kasus Robert Dillon menunjukkan bahwa sistem pengenalan wajah seperti FACES masih memiliki kelemahan dan dapat menyebabkan penangkapan salah.
- Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan akurasi dan transparansi sistem pengenalan wajah, serta memastikan bahwa hak-hak individu dilindungi.



